Mendidik
Anak Dengan Benar
Anak
merupakan suatu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada manusia,
secara khusus bagi mereka yang menyebut dirinya “Orangtua”.
Banyak
orang beranggapan sebuah keluarga tidak lengkap atau sering kita dengar “hambar
atau hampa” tanpa kehadiran makhluk Tuhan yang bernama “Anak”. Itulah mengapa kehadiran
seorang anak sangat dinanti2kan terutama bagi mereka yang sudah berumahtangga
(berkeluarga). Pertanyyannya apakah mereka yang menyebut dirinya sebagai orangtua sudah mendidik
anaknya dengan benar ??????
Mendidik
anak dengan benar sangatlah penting, Mendidik dalam arti yang sebenarnya. Sekarang
ini sering kita melihat banyak orangtua yang mendidik anak dengan salah. “Mendidik
dengan salah” artinya bukan mendidik anaknya untuk melakukan hal-hal yang tidak
baik. Tetapi proses didikannya salah. Banyak orangtua yang karena sayang kepada
anaknya tidak memberikan didikan kepada anak dengan arti yang sebenarnya.
Contohnya ketika sang anak menangis dan meminta sesuatu dengan cepat orangtuanya
memberikannya, tanpa melihat apakah itu baik untuk sang anak, apakah itu perlu
diberikan kepada sang anak.
Orangtua
yang demikian adalah orangtua yang tidak mau membuat anaknya sedih. Orangtua
yang katanya sayang kepada anak. Tapi
tahukah mereka bahwa dengan begitu maka sang anak tidak akan mendapatkan sebuah
didikan yang baik ????
Ketika
anak masih kecil orangtua harusnya mengajar sang anak dengan baik. Jangan
tunggu mereka dewasa. Karena ketika dari kecil seorang anak terbiasa dengan
segala sesuatu yang Ia mau maka ketika dewasa Ia akan susah di ajari. Orangtua
harus mengajar dan menanamkan dalam diri sang anak mulai dari Ia kecil bagaimana
kelak ketika Ia dewasa bisa menjadi anak yang baik, sehingga ketika Ia memiliki
anak maka Ia bisa mengajar dan mendidik anaknya menjadi anak yang baik juga.
Orangtua
dikatakan berhasil ketika Ia mampu mendidik anak dengan baik, bukan ketika Ia mampu
memenuhi segala yang diinginkan sang anak. Jangan sampai karena memenuhi
keinginan sang anak tugas pokok sebagai orangtua untuk mendidik anak jadi terlewatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar