Senin, 02 November 2015

Mendidik Anak Dengan Benar

Anak merupakan suatu anugerah yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada manusia, secara khusus bagi mereka yang menyebut dirinya “Orangtua”.
Banyak orang beranggapan sebuah keluarga tidak lengkap atau sering kita dengar “hambar atau hampa” tanpa kehadiran makhluk Tuhan yang bernama “Anak”. Itulah mengapa kehadiran seorang anak sangat dinanti2kan terutama bagi mereka yang sudah berumahtangga (berkeluarga). Pertanyyannya apakah mereka yang menyebut  dirinya sebagai orangtua sudah mendidik anaknya dengan benar ??????

Mendidik anak dengan benar sangatlah penting, Mendidik dalam arti yang sebenarnya. Sekarang ini sering kita melihat banyak orangtua yang mendidik anak dengan salah. “Mendidik dengan salah” artinya bukan mendidik anaknya untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Tetapi proses didikannya salah. Banyak orangtua yang karena sayang kepada anaknya tidak memberikan didikan kepada anak dengan arti yang sebenarnya. Contohnya ketika sang anak menangis dan meminta sesuatu dengan cepat orangtuanya memberikannya, tanpa melihat apakah itu baik untuk sang anak, apakah itu perlu diberikan kepada sang anak.

Orangtua yang demikian adalah orangtua yang tidak mau membuat anaknya sedih. Orangtua yang katanya sayang kepada anak. Tapi tahukah mereka bahwa dengan begitu maka sang anak tidak akan mendapatkan sebuah didikan yang baik ????

Ketika anak masih kecil orangtua harusnya mengajar sang anak dengan baik. Jangan tunggu mereka dewasa. Karena ketika dari kecil seorang anak terbiasa dengan segala sesuatu yang Ia mau maka ketika dewasa Ia akan susah di ajari. Orangtua harus mengajar dan menanamkan dalam diri sang anak mulai dari Ia kecil bagaimana kelak ketika Ia dewasa bisa menjadi anak yang baik, sehingga ketika Ia memiliki anak maka Ia bisa mengajar dan mendidik anaknya menjadi anak yang baik juga.


Orangtua dikatakan berhasil ketika Ia mampu mendidik anak dengan baik, bukan ketika Ia mampu memenuhi segala yang diinginkan sang anak. Jangan sampai karena memenuhi keinginan sang anak tugas pokok sebagai orangtua untuk  mendidik anak jadi terlewatkan.